Para Difable Netra Tetap Berkreasi di Tengah Pandemi

Siaran Pers                                                                                                                                                                                                         Bandung, 8 Oktober 2020

Para Difable Netra Tetap Berkreasi di Tengah Pandemi

Maknai Hari Penglihatan Sedunia/ World Sight Day (WSD) 2020 yang jatuh tepat hari ini, Syamsi Dhuha Foundation (SDF), LSM nirlaba peduli Low vision (Lovi), adakan serangkaian kegiatan selama Oktober sebagai bulan peduli penglihatan bertajuk ‘Creativity creates opportunity’ semangati para Difabel Netra (DN) tuk tetap berkreasi di tengah pandemi. Beragam karya yang ditelurkan, diantaranya : single perdana The Lulo ‘Rahasia Dibalik Rasa’, DN menari, website ramah DN www.edubilitas.com oleh Cotrium, lagu ‘Yakin & Percaya’ karya Lovi Giska FA. SDF pun telah berikan bantuan bagi para DN yang terdampak pandemi tuk kebutuhan sehari-hari dan pelatihan kewirausahaan. Sabtu lusa, 10 Oktober 2020, SDF juga akan hadirkan Ernawan Salimsyah CFA, Praktisi dan Pengamat Industri Manager Investasi & Dr. Didi Tarsidi M.Pd, Dosen Luar Biasa Prodi Pendidikan Khusus, Sekolah Pascasarjana UPI Bandung. Dua sosok yang sudah buktikan keterbatasan penglihatan tak batasi prestasi mereka.

Ernawan Salimsyah CFA yang raih gelar sarjana Matematika  ITB & Master of Applied Finance dari University of Newcastle Australia, sejak awal tekuni karirnya di bidang investasi. Ernawan mulai dari posisi manager investasi portfolio hingga pernah dipercaya duduki posisi puncak di salah satu perusahaan investasi di Jakarta. Didikan orangtua yang tak berikan perlakuan khusus karena keterbatasannya, memacunya tuk atasi kendala dan fokus asah kemampuannya. Tak hanya itu, Ernawan pun gali potensinya tuk berlari dan melihat hal tersebut sebagai tantangan. “Awalnya tak mudah, dimulai dengan berjalan kaki kemudian rutin berlatih lari, hingga akhirnya bisa perkuat tim angkatan tuk ikut di 24km Ultra Marathon ITB. Sesekali memang masih suka tak sengaja menabrak orang lain, karena tak terlihat & timbulkan kesalahpahaman. Namun setelah dijelaskan bahwa Low vision, masalahnya pun selesai”, papar Ernawan sambil tersenyum. Adapun Dr. Didi Tarsidi M.Pd yang kehilangan penglihatannya di usia 5 tahun, meski telah pensiun beliau tetap aktif di bidang pendidikan. Didi berlatar belakang S1 Bahasa Inggris dan lanjutkan S2 & S3 nya di bidang Bimbingan dan Konseling UPI. Aktif lahirkan karya tulis yang membawanya ikuti berbagai seminar/ kongres di dalam maupun luar negeri, antara lain Norwegia, Jepang, Italia dan Malaysia. Kredibilitasnya diakui pula dengan ditunjuknya sebagai Ketua Umum Pertuni (2004 – 2014) dan Vice President World Blind Union Asia Pacific (2004 – 2008). Didi yang belajar secara otodidak dan menekuni bidang IT, sering dijadikan acuan para DN jika alami masalah IT berkat kepiawaiannya tersebut.

 “Selain berikan bantuan langsung tuk keperluan sehari-hari, SDF adakan pelatihan daring ‘Kiat Berwirausaha di Masa Pandemi’, 8 Agustus lalu difasilitasi pewirausaha yang juga penyintas Autoimun, Santya Widiati tuk bangkitkan kembali semangat mereka yang nyaris pupus. Acara ini diikuti 33 DN dari berbagai daerah : Bandung, Purwakarta, Garut, Sumedang, Majalengka, Kuningan, Tangerang, Mojokerto, Surabaya dan Balikpapan, yang jalankan aneka usaha : tempat kost, ternak ikan, jual sembako, pakaian, jasa musik dan tak ketinggalan usaha kekinian berbasis daring. Diharapkan Low Vision Center SDF dapat menjadi salah satu wadah bagi penyandang DN tuk berinteraksi, berkreasi dan sebagai penghubung dengan berbagai lembaga/ institusi lainnya”, jelas Laila Panchasari – Manajer SDF.

DN Edi Suwanto & 3 rekannya berkreasi hasilkan www.edubilitas.com dengan fitur-fitur yang mudah di akses oleh para DN terpicu oleh motivasi diri, keinginan berikan manfaat, juga keprihatinan sulitnya para DN miliki akses pendidikan yg berkualitas & informatif. Di sisi lain soft launching single perdana The Lulo ‘Rahasia Dibalik Rasa’ karya Lovi Bagas semangati para DN tuk terus berkarya, gunakan mata hati tuk lihat indahnya dunia. Juga lagu ‘Yakin & Percaya’ kreasi lovi Giska yang dinyanyikannya sendiri. Tak ketinggalan penampilan para DN menari. “Tak mudah tuk bergerak & belajar menari bagi yang tidak dapat melihat contoh gerakan, namun dengan belajar menari identik dengan belajar sabar. Baik bagi yang melakukan maupun yang mengajarkannya. Hal itu bahkan menjadi kelas tersendiri yang penting. Yang SDF coba hidupkan adalah semangat tuk berkreasi dan berinovasi. Memang tak mudah hidup dengan keterbatasan penglihatan, namun janji-Nya, saat Dia ambil 1 kenikmatan maka akan digantikan-Nya dengan kenikmatan yang lain, tak tersesat walau tak melihat”, tutur Dian Syarief – Ketua SDF yang juga penyandang autoimun & Low vision.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *