Monday Thought

 

JANUARI 2015

Renungan Senin : 12 Januari 2015
Kebebasan Finansial

Salam dan selamat Pagi Sahabat

Kita sering mendengar pentingnya memiliki kebebasan finansial, terutama jika
sudah memasuki masa pensiun bagi para pekerja. Sebagian orang bercita-cita
bisa “pensiun muda” jika bisa memiliki kebebasan finansial lebih awal dari
usia pensiun.

Kebebasan finansial sering dimaknai jika kita berhasil mengumpulkan harta
atau aset sehingga dari aset tersebut diperoleh penghasilan “pasif” (atau
pasive income), yang dapat memenuhi semua kebutuhan (dan juga keinginan).
Tidak semua orang akan mampu memiliki kebebasan finansial seperti definisi
di atas. Kebebasan finansial memang perlu diperjuangkan, namun tidak akan
juga menjamin kebahagiaan, ketika seseorang tidak bisa membatasi
keinginannya dan hawa nafsunya. Dan kita juga mengetahui apa yang bisa
“dibeli” oleh uang, salah satunya :  a bed but not a sleep.

Kebahagiaan bukan tergantung dari bebas tidaknya kita secara finansial,
namun bagaimana pikiran dan hati kita terbebas dari segala kekhawatiran,
rasa takut dan kesedihan…

“A big part of financial freedom is having your heart and mind free from
worry about what-ifs of life” (Suze Orman).

Have a blessed week
Salam (epp)

 

Renungan Senin, 5 Januari 2015

Reputasi, Fantasi atau Sensasi ?

Salam dan selamat pagi Sahabat.

Kemarin, istriku menghadiri undangan ulang tahun RS Mata Cicendo. Dalam agenda acara peringatan ulang tahun RS tersebut salah satu nara sumber yang diundang untuk bicara adalah Bapak Aam Amiruddin. Ternyata ada hal yang menarik dari yang disampaikan beliau yang dibawa oleh istriku sebagai oleh-oleh untuk suaminya di rumah. Apa oleh-olehnya itu ?

Rupanya, salah satu materi yang disampaikan beliau tidak lepas dari visi RS Mata Cicendo untuk menjadi rumah sakit mata dengan kualitas kelas dunia. Beliau menyampaikan bahwa, kita sangat dianjurkan untuk memiliki visi atau tujuan atau cita-cita dalam kehidupan. Memiliki visi adalah sangat penting, namun visi saja tidak cukup. Sama pentingnya dengan memiliki visi adalah upaya dengan bekerja alias melakukan aksi untuk mencapai visi yang sudah
dicanangkan. Gabungan keduanya menjadi satu kombinasi yang tidak boleh dipisahkan. Mengapa ?

Memiliki visi dan aksi yang untuk meraihnya akan menghasilkan prestasi dan reputasi. Sesuatu yang bernilai bukan hanya bagi pelakunya namun juga akan bermanfaat bagi banyak pihak.

Memiliki visi tanpa aksi, tidak akan menghasilkan apa-apa dan hanya menciptakan fantasi berkepanjangan, sampai suatu saat terbangun dan sadar untuk mulai beraksi.

Melakukan aksi tanpa visi bisa saja menghasilkan sesuatu yang bermanfaat  namun bisa juga hanya menimbulkan sensasi tanpa manfaat.

Bagaimana jika kita hidup tanpa memiiliki visi dan juga aksi ? “We are going nowhere… !”

“The only thing worse than being blind is having sight but no vision” (Helen Keller)

Semoga di awal tahun 2015 ini, sudah terukir visi yang ingin di raih, baik untuk tahun ini maupun untuk beberapa tahun ke depan dan juga sudah terencanakan aksi yang akan dijalankan…

“Happy New Year 2015, May God grant all of us blessed life, day in day out..

Salam (epp)

 

DESEMBER 2014

 

Renungan Senin, 29 Desember 2014

Turut Berduka dan Berdoa

Salam dan selamat pagi Sahabat.

Baru saja kita memperingati 10 tahun Tsunami Aceh, salah satu bencana terbesar di dunia, dimana lebih dari 280.000 masyarakat Aceh dan masyarakat di beberapa lokasi bukan saja di Indonesia tetapi juga di beberapa negera
lainnya menjadi korban. Kemarin, kita mendengar hilangnya pesawat Air Asia QZ 8501, yang membawa 155 penumpang.

Hingga pagi ini seluruh kekuatan team SAR nasional yang juga dibantu beberapa negara lain masih terus melakukan pencarian.

Kita semua turut berduka dan berdoa semoga keberadaan pesawat dan nasib seluruh penumpang pesawat dapat segera diketahui dan jika Tuhan mengijinkan, semoga pesawat dan penumpang dapat ditemukan dalam keadaan selamat.

Banyak hal yang tidak kita inginkan, seperti bencana, sakit dan kehilangan kadang menghampiri dalam kehidupan kita. Namun, semua kejadian selalu berada dalam genggaman Tuhan yang harus diyakini sebagai ketetapan yang tidak seorangpun dapat menghindari. Hanya keimanan dan keyakinan bahwa manusia harus rela diatur oleh ketetapan Tuhan-lah yang akan menimbulkan keikhlasan dan kekuatan untuk mau menerima apapun yang Tuhan kehendaki dengan lapang dada…

Kita semua berdoa, semoga ikhtiar maksimum pencarian pesawat dan penumpang terus dilakukan serta berdoa bagi keluarga penumpang dan awak pesawat untuk tetap berprasangka baik kepada Tuhan dan untuk ikhlas menerima apapun ketetapan-Nya…

Have a blessed day
Salam (epp)

 

Renungan Senin, 15 Desember 2014
Menjadi Relawan

Salam dan selamat pagi Sahabat,

Semua orang memang mendapat jatah waktu yang sama, 24 jam seharinya. Sebagian besar waktu kita terpakai untuk bekerja atau sekolah, beraktivitas lainnya dan tentu saja untuk tidur. Hampir semuanya adalah untuk kepentingan kita atau keluarga…

Masih adakah waktu yang bisa kita sisihkan untuk kepentingan orang lain? Adakah orang atau bagian masyarakat yang perlu bantuan yang kita bisa bantu? Maukah kita berbagi, tidak selalu harus dengan harta, namun dengan tenaga, pemikiran, perhatian, kasih sayang yang bisa kita berikan kepada mereka yang membutuhkan?

Menjadi relawan, berbuat suatu kebaikan bagi orang lain, sebenarnya bukan hanya untuk membantu mereka yang membutuhkan. Sebenarnya, kitalah yang akan banyak mendapatkan pelajaran dari mereka.

Menjadi relawan adalah sebuah paradoks, karena sebenarnya bukan mereka yang membutuhkan kita tetapi justru kitalah yang membutuhkan mereka, karena merekalah yang akan membuat diri kita “tak ternilai”..

“Volunteers are not paid not because they are worthless, but because they are priceless” (Sherry Anderson)

Have a blessed week
Salam (epp)

 

Renungan Senin, 8 Desember 2014

Bersinergi Yuk…

Salam dan selamat pagi Sahabat

Pernah terpikir untuk memulai usaha atau berbuat kebaikan untuk orang lain, namun belum juga terlaksana ? Nah pertimbangkanlah untuk bersinergi…

Melakukan suatu usaha atau kebaikan lainnya kadang tidak selalu harus menawab pertanyaan : “How?” Tetapi juga : “Who?”. Mencari teman atau partner kadang menjadi lebih penting, karena di situlah munculnya sinergi. Satu tambah satu, tidak harus selalu dua, namun bisa sepuluh, seratus atau bahkan seribu… Itulah sinergi dari dua atau lebih kekuatan yang disatukan..

Masih bimbang untuk memulai sesuatu ? Carilah sahabat atau teman yang mau diajak bersinergi, share the ideas and passion…and just do it together.

“Synergy is better than my way or your way. It’s our way” (Stephen Covey)

Have a blessed week

Salam (epp)

 

Renungan Senin, 1 Desember 2014
Berburu Pengalaman

Salam dan selamat pagi Sahabat,

Setiap kali mengalami suatu kejadian atau permasalahan, apa rekasi kita ? Paling tidak ada tiga kemungkinan reaksi kita : Pertama, biasa saja,  mengabaikan atau tidak peduli. Kedua, kesal, berusaha menghindar karena membuat tidak nyaman. Ketiga, mencoba belajar sesuatu, mencari solusi dan menjadikannya sebagai suatu pengalaman berharga.

Mana yang lebih sering kita pilih ?

Sebenarnya, reaksi mana yang kita pilih, akan menentukan suasana hati dan “kebahagiaan” diri kita di tengah kejadian atau permasalahan yang sedang dihadapi. Pilihan ketiga adalah pilihan bijak yang paling memberikan “kebahagiaan”, karena setiap masalah yang dihadapi akan dipandang sebagai cara Tuhan mengajari kita menjadi orang yang “lebih”. Entah lebih pintar, lebih kuat, lebih bijak dan segala “kelebihan” lainnya…

Jangan abaikan setiap kejadian sebelum kita yakin bahwa tidak ada satu halpun yang bisa kita pelajari dan kita jadikan sebagai pengalaman berharga…

Jangan hindari permasalahan, karena perjalanan menemukan solusi dari setiap permasalahan adalah proses “berburu” menemukan mutiara bernama pengalaman…

“One thorn of experience is worth a whole wilderness of warning” (James Russell Lowell)

Have a blessed week.
Salam (epp)

 

NOVEMBER 2014

Renungan Senin, 17 November 2014
There Must Be A Better Way…

Salam dan selamat pagi Sahabat

Minggu lalu saya menerima hadiah buku dari seorang sahabat lama, judulnya The Coconut Principle, karya Gede Manggala, seorang dengan latar belakang pendidikan Teknik Mesin, namun menemukan passion-nya sebagai Konsultan Process Improvement untuk suatu organisasi.

Senang sekali membaca buku ini karena bukan hanya metoda penulisannya yang “simple & fun” namun mengajak kita berpikir menyadari 3 hal penting dalam menemukan solusi dari setiap permasalahan, yakni : Value Creation,
Simplicity & Collaboration.

Setiap kita, walau pasti memiliki kekurangan namun pasti pula diberi anugerah Tuhan kelebihan. Setiap kita bisa menciptakan manfaat & nilai dalam kehidupan kita (value creation) dan dalam lingkungan kita. Namun kadang,
kemauan untuk berpikir dan bertindak, sering menjadi tabir penghalang munculnya kelebihan dan kekuatan yang kita miliki. Dan bukan itu saja, kita menjadi terbiasa hidup dengan persoalan yang sama dan berulang-ulang, tanpa
mampu menemukan solusi cara atau hidup yang lebih baik..

Padahal, dengan sedikit saja kesadaran untuk mau melihat permasalahan yang terjadi, lalu berupaya menyederhanakan persoalan (simplicity), lalu berusaha berpikir menemukan solusi dan bertindak bersama (collaboration), maka akan terjadi perubahan yang tidak kecil…

Jika kita percaya bahwa selalu ada jalan dan cara terbaik, maka jangan pernah menyerah menemukan solusi, karena Tuhanpun tidak pernah menciptakan ujian kehidupan tanpa memberikan solusinya..

“There must be a better way…” (Steve Jobs)

Have a blessed week
Salam (epp)

 

Renungan Senin, 10 November 2014
Keep Sabar – Keep Ikhtiar

Setiap manusia pernah atau akan mengalami kesulitan dan ketidaknyamanan dalam kehidupannya.

Salah satu kesadaran yang perlu dibangun adalah keyakinan bahwa setiap kesulitan yang terjadi merupakan cara Tuhan mempersiapkan kita untuk menerima sesuatu yang lebih besar dari yang sebelumnya kita terima…

Banyak kesuksesan dunia seperti pemikiran besar, penemuan besar, penciptaan dan pencapaian besar selalu didahului oleh kesediaan menjalani kesulitan dan pengorbanan yang juga besar.

Bahkan ketika sesuatu yang besar itu tidak kita terima di dunia, maka pasti akan kita terima di kehidupan akhirat kelak, sepanjang kita mau tetap bersabar, berikhtiar dan tetap berada dalam koridor ketaatan kepada-Nya.

“The very greatest things – great thoughts, discoveries, inventions – have usually been nurtured in hardship, often pondered over in sorrow, and at length established with difficulty” (Samuel Smiles)

So, keep sabar – Keep ikhtiar…

Have a blessed week
Salam (epp)