SUPPORT AND ACTIVITIES 

Terus berupaya untuk capai misinya, berbagai kegiatan yang dilakukan SDF meliputi

  • – pendampingan bagi para penyandang Lupus, Low Vision dan keluarganya
  • – edukasi & sosialisasi
  • – advokasi
  • – penelitian dan pengembangan

Care for Lupus SDF Awards

Memang baru seumur jagung, saat Care for Lupus SDF Awards mencuatkan diri sebagai wadah perjuangan para sahabat di bidang penelitian, karya tulis populer, dan memantau sosok sukarela berjiwa semangat juang. Care for Lupus SDF Awards menjadi bagian dari upaya, pekerjaan besar, perjuangan tak kenal henti untuk menyelamatkan jiwa dan meningkatkan kualitas hidup sahabat odapus.

Saat SDF ingin membagi manfaat dalam kegiatan yang lebih berani, maka tangan Tuhan terus terulur melalui kepedulian para dewan juri dari Sekolah Farmasi ITB, Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, dan para jurnalis senior. Bahu membahu terus berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat demi kemaslahatan. Manfaat yang dimaksudkan agar terjalin harapan bagi odapus dan kelompok pendukungnya untuk tetap berupaya demi kelangsungan lebih dari lima juta orang usia produktif di seluruh dunia.

Tidak sia-sia Sang Maha Pencipta menciptakan penyakit ini, karena semua penyakit ada obatnya. Maknanya adalah penugasan bagi Sang Mentari untuk terus menggali ilmu-Nya melalui kekayaan alam negeri ini. Di ujung sana harapan menanti, lahirnya bahan alam potensial bagi suplemen terapi lupus. Suatu saat nanti, inisiatif ini diyakini dapat meningkatkan kualitas hidup odapus.

Research sponsorship agar para peneliti Indonesia lebih termotivasi melakukan penelitian yang orisinil, inovatif, aplikatif dan memberi nilai tambah dalam membantu terapi dan penatalaksanaan penyakit Lupus.

Writing Competition, lomba karya tulis popular mengenai penyakit lupus yang pernah dimuat di media massa cetak, kekuatan informasi yang dapat seluas-luasnya dterima oleh masyarakat umum. SDF mengharapkan kompetisi ini dapat mendorong peran masyarakat, khususnya media untuk lebih menyosialisasikan penyakit lupus.

Lifetime Achievement Care for Lupus SDF Awards, menghargai keberanian untuk berjuang tanpa pamrih. Sosok individu atau organisasi yang tak hanya berjasa dalam meningkatkan kepedulian, pengobatan dan atau pengendalian penyakit lupus, siap menjadi garda terdepan mensosialisasikan lupus maupun aktif dalam mendukung kegiatan support group di bidangnya masing-masing untuk terus berupaya meningkatkan harapan hidup dan meningkatkan kualitas hidup para sahabat odapus.

Informasi lebih lanjut, silahkan kunjungi : www.sdfawards.webs.com

Beasiswa Merajut Impian

Tahun 2012 adalah awal komitmen SDF membantu terwujudnya pendidikan Indonesia yang lebih baik. Meski masih sangat terbatas, SDF ingin memaknai komitmen tersebut sebagai suatu langkah kebermanfaatan bagi masyarakat banyak. Diawali dengan langkah kecil berupa dana pendidikan bagi 10 mahasiswa ITB berprestasi. Karena di bidang pendidikan inilah terfasilitasi kebutuhan para mahasiswa sehingga mereka lebih cerdas.

Pemberian beasiswa ini juga menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan mahasiswa kepada dunia nyata, dunia di mana masih berserakan permasalahan sosial yang tidak bisa diselesaikan dengan hanya mengeluh dan memprotes pemerintah. Mahasiswa penerima beasiswa juga dibukakan mata hatinya untuk mengasah kepedulian, memahami persoalan sosial dan belajar menjadi bagian dari masyarakat yang turut mencari solusi, bukan menambah berat persoalan sosial yang sudah ada.

Melalui program ini, penerima beasiswa diajak untuk menjadi pribadi yang cerdas dan pintar secara intelektual, emosional, dan spiritual. Dengan komitmen kuat pula, SDF ingin setiap tunas bangsa terfasilitasi baik technical skill maupun soft skill. Jika sudah mumpuni, kelak mereka siap berdikari dan bermanfaat di masyarakat. Rasanya, kebermanfaatan adalah sebuah jalan meluaskan impian menjadi harapan. Harapan yang ada pada segala sendi kehidupan di masayarakat luas, yang tak berbatas dan tak berhenti begitu saja hanya untuk memenuhi kepentingan diri sendiri.

ACTION FOR LIFE

Tidak ada kejadian dan peristiwa tanpa sebuah makna. Ketika sebuah hikmah tentang satu helai daun yang jatuh ke bumi. Terempas debu jalanan, terhancur oleh kelembaban, terkubur partikel alami. Tetapi lihatlah, kehidupan sesudahnya, ia memupuk tanah-tanah menjadi subur sebagai simbol rasanya ingin dicurahkan, diceritakan dan dibayangkan. Kemudian dicarikan jalan agar mendapat hasil yang nyata.

Pandemik Global Covid-19

SDF di moment World Lupus Day (WLD) 10 May & World Autoimmune Day (WAD) 20 May 2020 bertajuk #ShareOurLove, tetap upayakan berbagai dukungan tuk hadapi masalah akibat pandemik global Covid-19 ini. SDF inisiasi galang dana tuk penyediaan APD bagi tenaga kesehatan dan Tebar 2000 Masker (non-medis) plus APD Darurat bagi pasien Autoimun di 16 komunitas di Indonesia. Dalam waktu 3 minggu, dana terkumpul sebesar Rp 141 juta. Namun karena kelangkaan APD di pasaran, maka penyaluran dilakukan secara bertahap sesuai dengan ketersediaan barang ke 9 RS dan RSUD di Bandung, Cimahi, Cianjur, Majalengka dan Medan. Juga ke 6 Puskesmas di Jakarta Pusat, Kalimantan Selatan dan Bandung. Bantuan APD yang diberikan berupa : Coverall Hazmat Suit, masker medis/non-medis dan multivitamin, serta 2 unit ventilator portable non invasive (Vent-I karya anak bangsa, Rumah Amal Salman). Selain bantu galang dana tuk produksi Ventilator tersebut, SDF juga dukung UMKM melalui pemesanan masker non medis ke komunitas Panggon Kupu-Semarang.

SEC SDF

Unit usaha dari Social Entrepreneurs Club (SEC) SDF yang dibentuk tahun 2015. Sebuah kelompok usaha tuk fasilitasi para penyintas autoimun & difable netra untuk bisa mandiri secara finansial. Informasi lebih lanjut kunjungi IG: @SDF_Corner

Ruang Singgah

Inilah sebuah perjalanan seorang sukarelawan. Perjalanan pada sebuah ruang singgah, yaitu tempat tinggal sementara bagi pasien tidak mampu di sebuah tempat di Kota Bandung. Di ruang singgah yang terkurung oleh pengapnya suasana hanya terlihat wajah penuh harap akan kesembuhan, dari usaha yang mereka jalani hingga nanti beranjak pulang meninggalkan ruang singgah yang hanya berukuran 11 x 8 meter tersebut. Betapa rasa syukur tak tergantikan walau hanya diberi waktu untuk singgah dan diperbolehkan tinggal demi kesehatan. Itu pula yang menjadikan langkah kaki para sukarelawan SDF menjadi tersadarkan bahwa sarana, perlengkapan dan kebutuhan yang diperlukan hanya sebuah alat untuk meraih kerelaan sejati. Pun, saat ada sejengkal harapan dari tersedianya alat tidur yang layak, brankar, kursi roda, lemari buku, perlengkapan ibadah dan buku-buku yang dibawa sukarelawan. Harapan dan semangat yang tak pernah padam oleh arti memberi itu sendiri.

Rumah untuk Hera

SDF bukan tak mengenal Hera Fitria. Di usianya yang menginjak 28 tahun, dialah odapus yang tak kuasa menolak harus menjadi difable, meski sakit menjadi batu sandungan demi meraih kesuksesan hidupnya. Maka Hera lebih memilih ingin membuka warung, ingin tetap bergerak dan berdaya, dan bukan duduk diam sambil berkata, ”Aku tak bisa apa-apa, maka bantulah aku.” Hera hanya meminta dikuatkan tubuhnya agar tulangnya tetap mampu menopang semangat hidupnya. Sungguh, SDF melihat Hera yang tangguh walau kelainan darah dan radang sendi membuatnya menggunakan kursi roda dan korset besi ditubuhnya. Sosok perempuan ceria yang tak marah saat Tuhan mengharuskan dia menjalani operasi penglihatannya yang sempat terenggut kegelapan.

Sang ayah tak pernah surut membulatkan tekad untuk merawat Hera yang piatu. Kiranya mengurus Hera yang kerap keluar masuk rumah sakit dan harus menjalani serangkaian pengobatan demi mempertahankan hidupnya menjadikannya lilin kecil yang harus terus terjaga. Hingga kondisi rumah terpaksa tak tersentuh. Hal itulah yang meneguhkan hati dan munculkan niat baik para sukarelawan yang kerap datang berkunjung ke rumah Hera di Desa Gandasari Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung untuk bisa merenovasi rumah Hera. Berkat campur tangan-Nya, kepada Hera Fitria, sebuah tempat tinggal yang lebih layak sesuai dengan mobilitasnya dapat diwujudkan. Setiap sudut usaha yang dilakukan ini seolah-olah mendukung jiwa mandiri dengan warung kecilnya. Di sana terselip senyum mencintai hidup, seperti SDF ingin terus tersenyum dan menyinari demi berbagi untuk sesama.

Sebuah Mesin untuk Menjahit Kehidupan

Siapa gerangan sang empunya waktu. Karena waktu yang tak bisa dihambat, ketika Tuhan mempertemukan SDF dengan Pak Agus di Kampung Cihonje, desa Wargaluyu, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung melalui sebuah acara televisi, waktu itulah cahaya Sang Ilahi menyatukan arti pertemuan. Semuanya tak ada yang kebetulan dalam hidup ini.

Semua karena persiapan dan bukan sebuah hal instan. Maka saat sebuah mesin jahit dapat menjahit kehidupan yang lebih dari sekadar pakaian. Dikaruniai empat orang anak, dua diantaranya masih balita, membuat Pak Agus tak patah arang untuk menundukkan kemiskinan hidup. Sang istri yang menderita kanker dan akhirnya wafat, menjadi saksi beratnya pengobatan untuk belahan hatinya. Pak Agus tetap mengedepankan sekolah anak-anaknya. Si sulung Gita terpaksa bekerja sebagai buruh cuci, walau sudah duduk di kelas 2 SMA. Gina, anak kedua sering harus membantu mengangon bebek tetangga sambil tetap bersekolah di kelas 5 SD.

SDF pun terpanggil mengikuti mata hati untuk membantu seorang Pak Agus yang kerap membawa serta kedua balitanya mencari nasi aking. Dengan berbekal semangat ingin berbuat sesuatu bagi kemanusiaan, digerakkan-Nya hati para donatur untuk berbagi kasih kepada Pak Agus sekeluarga. Dan sebuah mesin jahit dan mesin obras pun hadir dalam keluarga pak Agus, bukan sekadar untuk menjadi mata pencaharian untuk menjahit kembali kehidupan Pak Agus dan keluarga yang sempat terkoyak.