Belajar Bahagia

Bahagia bukanlah sebuah garis akhir tanpa masalah, melainkan sebuah perjalanan untuk menemukan makna dan kedamaian yang bisa kita pelajari di setiap fase kehidupan.

Mengapa Syamsi Dhuha?

Syamsi Dhuha berarti cahaya pagi. Nama ini menjadi pengingat bahwa di tengah masa-masa yang paling gelap sekalipun, harapan akan selalu ada menemanimu.

Lahir dari perjalanan nyata pendiri kami dalam berjuang menghadapi lupus dan low vision, Syamsi Dhuha kini hadir sebagai ruang aman untukmu. Tempat di mana kita bisa belajar berdamai dengan keadaan, berani melangkah maju dan mengubah pengalaman tersebut menjadi manfaat, hingga akhirnya berdampak dengan menjadi jalan kebaikan bagi sesama.

Titik Awal Semuanya

Saat pendiri kami Dian W. Syarief didiagnosis lupus pada awal 2000-an, hal yang paling sulit dilalui tidak hanya minimnya informasi medis, tapi juga tidak adanya ruang aman untuk berbagi beban dan menyadari bahwa ia tidak sendirian.

Syamsi Dhuha hadir di Bandung pada 2003 untuk menjawab kekosongan tersebut. Kami ingin memastikan ada rumah bagi mereka yang berjuang dengan kondisi kronis dan low vision. Sebuah tempat di mana kamu merasa tidak sendirian dan tetap difasilitasi untuk berdaya.

Dimulai dari satu lingkaran kecil di sebuah rumah, inisiatif ini terus membesar menjadi komunitas yang kini setia menemani banyak orang menemukan kembali kebahagiaan mereka.

2003
Hari Pertama Perjalanan
Syamsi Dhuha berdiri di Bandung, lahir dari pengalaman pribadi pendirinya yang berjuang dengan lupus dan low vision.
2003
2006
Suara Odapus Mulai didengar
1.000 tanda tangan dukungan obat lupus berhasil dikumpulkan dan diserahkan langsung ke Menteri Kesehatan—awal dari jalan panjang advokasi yang berlanjut hingga kini.
2006
2008
World Lupus Day Pertama di Indonesia
Lewat Butterfly Dance, kisah Odapus pertama kali tampil di panggung publik. Sejak itu, WLD menjadi tradisi tahunan yang terus dirawat dalam berbagai bentuk.
2008
2010
Pengakuan Internasional yang Pertama
International Lifetime Achievement Award diterima di The 9th International Congress on SLE, Vancouver, Kanada.
2010
2012
Pengakuan dari WHO
WHO Sasakawa Health Prize diterima di Markas Besar PBB, Geneva. Di tahun yang sama, program beasiswa dan pelatihan komputer untuk tunanetra resmi dimulai.
2012
2015
Petisi Nasional dan Kolaborasi Lintas Benua
Petisi Change.org untuk obat lupus mengumpulkan 3.490 pendukung. Tahun yang sama, kolaborasi pertama dengan Lupus Europe dimulai di Vienna.
2015
2018
Cecendet, Buah Riset Bertahun-tahun
Setelah riset panjang, ekstrak Cecendet—suplemen herbal pendamping pengobatan lupus—resmi diluncurkan pada World Lupus Day.
2018
2020
Tetap Hadir di Tengah Pandemi
116 donatur menggalang Rp 141 Juta+ untuk APD yang didistribusikan ke 14 rumah sakit dan puskesmas, dari Bandung hingga Medan.
2020
2022
Membuka Pintu untuk Generasi Baru
GESSIT (Gerakan Sejuta Siswa Digital) dimulai, membawa pelatihan koding STEM ke pelajar SD hingga SMA. SDF Coding Camp for the Blind diluncurkan untuk teman-teman dengan low vision.
2022
2024
Babak Baru
Bersama PT Aruna Mentari Inovasi (Arunami), Syamsi Dhuha bertransformasi menjadi ekosistem kewirausahaan sosial—agar misi ini bisa berdiri lebih panjang dari satu generasi.
2024

Dampak Perjalanan Kami

Rp1,3

Miliar+

Akses Pengobatan

Tersalurkan sejak 2004 untuk menutupi biaya rawat inap dan rawat jalan yang tidak ditanggung BPJS, hingga menyelesaikan tunggakan BPJS

1,8

Miliar+

Beasiswa Pendidikan

Tersalurkan sejak 2012 untuk pelajar umum, Odapus, dan teman-teman dengan low vision

290

Juta+

Pelatihan

untuk GESSIT sejak 2022, SDF Coding Camp for the Blind, Shiatsu, aromaterapi, dan workshop bahasa Inggris untuk teman-teman dengan low vision

4000+

Dukungan

Advokasi Obat Lupus

Dari 1.000 tanda tangan obat lupus (2006), audiensi dengan Menteri Kesehatan, hingga petisi Change.org dengan 3.490 pendukung (2015) — suara Odapus terus dibawa ke meja kebijakan

5

Negara+

Edukasi Lupus Global

Buku “Luppy Sahabatku yang Nakal” diterjemahkan ke Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, dan Arab. Lupus Diary App dan Lupus Registry dikembangkan untuk membantu pengelolaan kondisi sehari-hari

Babak Baru Perjalanan

Perjalanan dua dekade ini mengajarkan kami satu hal penting: tidak ada aturan baku untuk merasa utuh. Akan selalu ada waktunya bagimu untuk sekadar berdamai dengan keadaan, momen untuk kembali berani melangkah, dan saatnya kamu siap menebar manfaat bagi orang lain.

Ketiganya bukanlah anak tangga yang harus kamu daki satu per satu—sering kali, ketiganya berjalan beriringan di hari yang sama. Selama lebih dari 20 tahun, cara kami menemanimu mungkin berkembang, namun komitmen kami tetap sama. Inilah yang kami siapkan untuk mendampingi setiap fase perjalananmu hari ini:

People Behind SDF

Syamsi Dhuha Foundation tidak dibangun oleh satu orang. Ia dibangun oleh mereka yang memilih untuk terus hadir — di tengah ujian mereka sendiri, di tengah kesibukan mereka sendiri, dengan satu keyakinan bersama: bahwa tidak ada yang harus berjuang sendirian.

Dian W. Syarief

Founder SDF

Penyandang lupus dan low vision yang mengubah pengalaman sakitnya menjadi gerakan. Peraih WHO Sasakawa Health Prize 2012, penulis, dan penggerak komunitas Odapus nasional maupun internasional.

Bagi Dian, hidup adalah “hidup bonus” — kesempatan kedua yang terlalu berharga untuk dihabiskan tanpa makna.

Eko Pratomo

Founder SDF

Suami yang belajar arti kesabaran dan keteguhan bersama Dian selama lebih dari dua dekade.

Seorang praktisi keuangan yang kini mengabdikan sebagian waktunya untuk mendampingi SDF — karena ia percaya bahwa investasi terbaik adalah amal jariah yang mengalir tak terputus.

Laporan Dampak

Kepercayaanmu Adalah Amanah. Ini Cara Kami Menjaganya.

Setiap tahun, kami merangkum bukan hanya angka — tapi apa yang berubah dari angka-angka itu. Berapa Odapus yang kembali minum obat. Berapa pelajar yang melanjutkan sekolah. Berapa tangan yang terulur dan berapa tangan yang berhasil diraih.

Jadilah Bagian dari Perjalanan Ini

Kamu tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai. Kamu tidak perlu tahu semua jawabannya dulu. Yang paling penting adalah kamu tahu bahwa ada tempat di sini — untukmu, bersamamu.

Apakah kamu sedang berjuang dengan kondisi kronis atau low vision, ingin berdaya dan berkembang, atau siap mengulurkan tangan untuk orang lain — perjalananmu dimulai hari ini.