Belajar Bahagia
Bahagia bukanlah sebuah garis akhir tanpa masalah, melainkan sebuah perjalanan untuk menemukan makna dan kedamaian yang bisa kita pelajari di setiap fase kehidupan.
Mengapa Syamsi Dhuha?
Syamsi Dhuha berarti cahaya pagi. Nama ini menjadi pengingat bahwa di tengah masa-masa yang paling gelap sekalipun, harapan akan selalu ada menemanimu.
Lahir dari perjalanan nyata pendiri kami dalam berjuang menghadapi lupus dan low vision, Syamsi Dhuha kini hadir sebagai ruang aman untukmu. Tempat di mana kita bisa belajar berdamai dengan keadaan, berani melangkah maju dan mengubah pengalaman tersebut menjadi manfaat, hingga akhirnya berdampak dengan menjadi jalan kebaikan bagi sesama.
Titik Awal Semuanya
Saat pendiri kami Dian W. Syarief didiagnosis lupus pada awal 2000-an, hal yang paling sulit dilalui tidak hanya minimnya informasi medis, tapi juga tidak adanya ruang aman untuk berbagi beban dan menyadari bahwa ia tidak sendirian.
Syamsi Dhuha hadir di Bandung pada 2003 untuk menjawab kekosongan tersebut. Kami ingin memastikan ada rumah bagi mereka yang berjuang dengan kondisi kronis dan low vision. Sebuah tempat di mana kamu merasa tidak sendirian dan tetap difasilitasi untuk berdaya.
Dimulai dari satu lingkaran kecil di sebuah rumah, inisiatif ini terus membesar menjadi komunitas yang kini setia menemani banyak orang menemukan kembali kebahagiaan mereka.
Hari Pertama Perjalanan
Suara Odapus Mulai didengar
World Lupus Day Pertama di Indonesia
Pengakuan Internasional yang Pertama
Pengakuan dari WHO
Petisi Nasional dan Kolaborasi Lintas Benua
Cecendet, Buah Riset Bertahun-tahun
Tetap Hadir di Tengah Pandemi
Membuka Pintu untuk Generasi Baru
Babak Baru
Dampak Perjalanan Kami
Rp1,3
Miliar+
Akses Pengobatan
Tersalurkan sejak 2004 untuk menutupi biaya rawat inap dan rawat jalan yang tidak ditanggung BPJS, hingga menyelesaikan tunggakan BPJS
1,8
Miliar+
Beasiswa Pendidikan
Tersalurkan sejak 2012 untuk pelajar umum, Odapus, dan teman-teman dengan low vision
290
Juta+
Pelatihan
untuk GESSIT sejak 2022, SDF Coding Camp for the Blind, Shiatsu, aromaterapi, dan workshop bahasa Inggris untuk teman-teman dengan low vision
4000+
Dukungan
Advokasi Obat Lupus
Dari 1.000 tanda tangan obat lupus (2006), audiensi dengan Menteri Kesehatan, hingga petisi Change.org dengan 3.490 pendukung (2015) — suara Odapus terus dibawa ke meja kebijakan
5
Negara+
Edukasi Lupus Global
Buku “Luppy Sahabatku yang Nakal” diterjemahkan ke Inggris, Belanda, Prancis, Jerman, dan Arab. Lupus Diary App dan Lupus Registry dikembangkan untuk membantu pengelolaan kondisi sehari-hari
Babak Baru Perjalanan
Perjalanan dua dekade ini mengajarkan kami satu hal penting: tidak ada aturan baku untuk merasa utuh. Akan selalu ada waktunya bagimu untuk sekadar berdamai dengan keadaan, momen untuk kembali berani melangkah, dan saatnya kamu siap menebar manfaat bagi orang lain.
Ketiganya bukanlah anak tangga yang harus kamu daki satu per satu—sering kali, ketiganya berjalan beriringan di hari yang sama. Selama lebih dari 20 tahun, cara kami menemanimu mungkin berkembang, namun komitmen kami tetap sama. Inilah yang kami siapkan untuk mendampingi setiap fase perjalananmu hari ini:
Bertahan Bahagia
Menemanimu berdamai dan menemukan kebahagiaan ditengah tantangan hidup yang sedang dihadapi
Bertumbuh Bahagia
Membantumu untuk berdaya secara mandiri dengan mengubah tantangan hidupmu menjadi solusi untuk orang lain
Berdampak Bahagia
Menemanimu berdamai dan menemukan kebahagiaan ditengah tantangan hidup yang sedang dihadapi
People Behind SDF
Syamsi Dhuha Foundation tidak dibangun oleh satu orang. Ia dibangun oleh mereka yang memilih untuk terus hadir — di tengah ujian mereka sendiri, di tengah kesibukan mereka sendiri, dengan satu keyakinan bersama: bahwa tidak ada yang harus berjuang sendirian.
Dian W. Syarief
Founder SDF
Penyandang lupus dan low vision yang mengubah pengalaman sakitnya menjadi gerakan. Peraih WHO Sasakawa Health Prize 2012, penulis, dan penggerak komunitas Odapus nasional maupun internasional.
Bagi Dian, hidup adalah “hidup bonus” — kesempatan kedua yang terlalu berharga untuk dihabiskan tanpa makna.
Eko Pratomo
Founder SDF
Suami yang belajar arti kesabaran dan keteguhan bersama Dian selama lebih dari dua dekade.
Seorang praktisi keuangan yang kini mengabdikan sebagian waktunya untuk mendampingi SDF — karena ia percaya bahwa investasi terbaik adalah amal jariah yang mengalir tak terputus.
Laporan Dampak
Kepercayaanmu Adalah Amanah. Ini Cara Kami Menjaganya.
Setiap tahun, kami merangkum bukan hanya angka — tapi apa yang berubah dari angka-angka itu. Berapa Odapus yang kembali minum obat. Berapa pelajar yang melanjutkan sekolah. Berapa tangan yang terulur dan berapa tangan yang berhasil diraih.
- Laporan Dampak 2023
- Laporan Dampak 2024
- Laporan Dampak 2025
Jadilah Bagian dari Perjalanan Ini
Kamu tidak perlu menunggu sempurna untuk mulai. Kamu tidak perlu tahu semua jawabannya dulu. Yang paling penting adalah kamu tahu bahwa ada tempat di sini — untukmu, bersamamu.
Apakah kamu sedang berjuang dengan kondisi kronis atau low vision, ingin berdaya dan berkembang, atau siap mengulurkan tangan untuk orang lain — perjalananmu dimulai hari ini.
