WHAT WE DO

LESIKAF

 

Bersinergi dengan tim relawan peneliti dari Fakultas Kedokteran UNPAD (FK UNPAD) & Sekolah Farmasi ITB (SF ITB), SDF inisiasi uji klinis herbal cecendet/ciplukan (physalis angulata Linn) tuk ketahui aspek keamanan & khasiat dari tanaman ini. SDF pun kemudian gandeng PT. Kimia Farma (Persero), Tbk (KF) tuk dapat memproduksi & mendistribusi kapsul ekstrak cecendet ini yg diberi nama Lesikaf. Dengan harapan hasil penelitian ini dapat diakses oleh orang dengan lupus (Odapus) di berbagai daerah di Indonesia dengan harga terjangkau. Hingga saat ini belum ada obat yg benar-benar dapat sembuhkan lupus, obat yg ada hanya bersifat simptomatik (redakan gejala). Karena itu SDF tergerak tuk berperan aktif dalam usaha dunia temukan terapi lupus yg relatif aman & efektif. Apa yg dilakukan ini merupakan langkah awal yg masih butuhkan banyak penyempurnaan & pengembangan. Semoga inisiatif ini dapat tingkatkan penggalian potensi bahan alam Indonesia sebagai komplemen terapi lupus.

Hasil uji pre-klinis tunjukkan bahwa pemberian ekstrak cecendet tidak timbulkan toksisitas terhadap hewan percobaan & tidak pengaruhi biokimia darahnya, sehingga aman tuk dilanjutkan ke tahap uji klinis. Pada uji pre-klinis, ekstrak cecendet dapat redakan radang, turunkan kreatinin & perbaiki profil darah yg sering berhubungan dengan gejala lupus. Dari hasil penelitian, pemberian ekstrak cecendet sebagai terapi ajuvan dalam terapi standar lupus, secara klinis pada komponen fisik kualitas hidup & skala nyeri secara statistik tunjukkan perbaikan dibandingkan dengan kelompok kontrol. Cecendet aman dikonsumsi karena tidak timbulkan efek samping pada pemeriksaan laboratorium fungsi ginjal, liver & hematologi. Kiranya ikhtiar penelitian ini dapat bermanfaat bagi para Odapus tuk tingkatkan kualitas hidup mereka, khususnya dalam atasi fatigue & peradangan yg kerap jadi masalah. Obat herbal alternatif untuk Lupus ini bersifat meredakan, diharapkan dapat diakses oleh para Odapus di berbagai daerah di Indonesia.

Ikhtiar SDF ini diawali dengan ajang Care for Lupus SDF Awards 2011 – 2014, bahan alam yg terpilih kemudian dilanjutkan ke proses uji pre klinis & uji klinis, meski belum sempurna namun yg penting langkah kecil itu telah dimulai & dapat terbangun kesadaran para Odapus beserta keluarganya untuk selektif gunakan herbal yg sudah diteliti aspek keamanan & khasiatnya. Sehingga Odapus terhindar dari penggunaan herbal yg tak sesuai dengan kondisinya/kontraindikasi. Inilah sebentuk kepedulian &  tanda cinta yg ingin dipersembahkan SDF bagi para Odapus & keluarganya.

LUPIE DIARY

SDF terus ikut menjadi bagian dari usaha dunia untuk dapat temukan terapi Lupus yang aman dan efektif serta berupaya untuk tingkatkan kualitas hidup Odapus di Indonesia. Salah satu upayanya adalah dengan luncurkan aplikasi berbasis android dan diberi nama ’Lupie Diary’.

’Lupie Diary’, merupakan catatan medis pribadi (personal medication record). Aplikasi catatan medis pribadi bagi penyandang Lupus yang pertama di Indonesia ini merupakan pengembangan dari salah satu karya pemenang ‘Care for Lupus SDF Award’, dari Universitas Surabaya, untuk membantu Odapus mencatat riwayat kesehatan yang dijalaninya secara pribadi. Odapus sering harus berobat ke banyak dokter, rumah sakit atau klinik yang mengakibatkan riwayat catatan medisnya terpencar di beberapa tempat. Dengan Aplikasi ’Lupie Diary’, yang dapat diunduh secara gratis ini, diharapkan Odapus atau pendampingnya dapat mengumpulkan riwayat catatan medisnya sendiri yang akan membantu Odapus untuk disiplin lakukan terapi. Aplikasi ini penggunaannya mudah, dapat dioperasikan pada android dengan operating system (OS) versi 4.0.

download aplikasinya di Google Playstore

SENAM LUPUS

SDF terus berupaya untuk tingkatkan kualitas hidup Odapus di Indonesia. Kami tergerak untuk berkreasi dan memfasilitasi Odapus yang sudah lama menginginkan adanya Senam Lupus bagi Odapus ini. Bekerjasama dengan tim relawan dari FPOK UPI sebagai penata gerak dan Imam Pras sebagai penata musik, terciptalah Senam Lupus yang dapat dimanfaatkan oleh Odapus dibelahan bumi manapun.

Odapus di seluruh dunia 90% adalah wanita aktif usia produktif 15-45 tahun, manifestasi yang timbul di setiap Odapus beragam, salah satunya nyeri dan kekakuan sendi. Senam Lupus terdiri dari 3 bagian, yaitu pemanasan, latihan inti & relaksasi. Senam ini memang dirancang untuk melatih pernafasan dan peregangan agar persendian Odapus yang kerap terasa kaku akan bisa dilemaskan melalui latihan yang teratur. Senam Lupus ini telah diujicobakan kepada para Odapus di SDF dengan rentang usia 15 hingga 60 tahun. Gerakannya sederhana dan dipandu dengan video, dapat dilakukan sendiri maupun bersama-sama di rumah secara rutin. Tentu saja Senam Lupus ini dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi dan kemampuan masing-masing Odapus.

Melalui berbagai karyanya, SDF selalu ingin menebar kebermanfaatan yang meluas. Karena itu sejak awal, Senam Lupus ini diunggah ke media sosial dan dapat diunduh secara gratis sehingga dapat dimanfaatkan oleh Odapus di belahan dunia manapun

TEBAR SERIBU ALAT BANTU 

Saat ini fasilitas yang dapat dimanfaatkan oleh sahabat lovi masih terbatas, penyediaan alat bantu lovi masih sulit didapat karena belum ada produsen lokal sehingga masih harus diimpor dari luar negeri.

Salah satu solusi atas permasalahan tersebut, SDF menjalankan program ‘Tebar Seribu Alat Bantu Lovi’ (TABL) yang telah diluncurkan di puncak acara peringatan WSD 2015 bulan Oktober lalu bekerjasama dengan PMN RSM Cicendo. Penyediaan alat bantu lovi akan dilakukan bertahap, demikian juga dengan pendistribusiannya. TABL dilakukan dengan sistem subsudi silang.

Di samping itu, LVC SDF tak hanya berusaha mendatangkan langsung alat bantu Lovi dari luar negeri, tetapi juga tengah berupaya lakukan penelitian, modifikasi & pengembangan alat bantu Lovi bekerjasama dengan para relawan dari Teknik Biomedika ITB & Desain Produk ITB.VISION

 

BRICANE

DOWNLOAD DI GOOGLE PLASTORE
Privacy Policy BriCane
Syarat dan Ketentuan

BriCane

Teman Setia Sahabat Difabel Netra

BriCane (Brilliant Cane) berawal dari salah satu pemenang Lomba Desain Alat Bantu Disabilitas Netra (DN) yang diadakan Syamsi Dhuha Foundation di 2017 lalu. Tim pengembang SDF : Hardtmann Mekatroniske, sekelompok anak muda alumni ITB pengembang alat kesehatan didukung pula oleh tim relawan dari Prodi Desain Produk & Biomedika ITB, telah lakukan serangkaian uji coba beraneka jenis tongkat & perangkat serta beberapa kali perubahan dengan pertimbangkan pula hasil uji coba dan masukan para pengguna – DN, hingga sampai ke tahap yang sekarang ini.