Ruang Belajar Bahagia

Setelah menerima diagnosa atau mendampingi orang tersayang yang sakit, yang terasa berat sering kali bukan hanya kondisi raganya. Ada rasa marah, takut, dan kebiasaan menyalahkan diri sendiri yang akhirnya dipendam karena merasa harus selalu terlihat kuat. Padahal memendam terlalu lama justru membuat semuanya makin sulit dijalani.

Ruang Belajar Bahagia hadir sebagai ruang aman untuk didengar tanpa dihakimi. Kita belajar bersama dari pengalaman para penyintas yang sudah lebih dulu berdamai dengan kondisinya dan didampingi psikolog di setiap sesi. Pelan-pelan peserta diajak menerima keadaan hari ini dan menemukan cara untuk tetap bertumbuh.

Cakupan Program

  • 6 sesi online via Zoom dengan durasi 90 menit di setiap pertemuan
  • Kurikulum dari buku Belajar Bahagia yang ditulis Bu Dian dan Pak Eko berdasarkan pengalaman hidup mereka
  • Narasumber penyintas dan psikolog yang berbagi materi sesuai tema tiap sesi
  • Konseling dalam grup kecil agar setiap peserta punya ruang untuk bercerita dan didengar
  • Jurnal refleksi untuk membantu peserta mencerna pelajaran setelah sesi berakhir

Batch pertama pada Agustus sampai September 2026 diikuti 102 peserta dari berbagai daerah sehingga melebihi kuota yang disiapkan. Bersama Bu Dian dan 6 psikolog, mereka menemukan bahwa berbagi cerita bagi sesama yang mengalami hal serupa bisa membuat langkah terasa lebih ringan.

Ruang untuk kamu yang berada di masa sulit

Mari Bergandeng Tangan