Usaha Ada, Akses untuk Memasarkannya yang Masih Terbatas
Sejak didiagnosa low vision atau buta total, banyak penyandang difabel netra tetap memilih untuk berkarya, baik lewat usaha kecil, jasa keterampilan, maupun personal branding yang mereka bangun sendiri. Niat untuk berkembang itu nyata, namun akses terhadap pelatihan digital marketing yang ramah bagi difabel netra masih sangat terbatas. Media sosial yang seharusnya jadi alat memasarkan karya, justru terasa sulit dijangkau tanpa pendampingan yang tepat.
Digital Marketing for The Blind hadir sebagai jembatan menuju kemandirian itu. Program kolaborasi SDF dan Difabelajar ini mendampingi peserta belajar strategi pemasaran digital secara bertahap, dari Basic hingga Advance, langsung dari fasilitator yang juga penyandang difabel netra. Pendampingan oleh sesama difabel netra ini menjadi simbolisasi bahwa keterbatasan raga tidak pernah membatasi langkah untuk berkarya dan berbagi keahlian bagi sesama.

Cakupan Program
- Pelatihan digital marketing online berjenjang: Basic, Intermediate, dan Advance, masing-masing 10 sesi.
- Kuis dan tugas praktik di setiap sesi sebagai syarat untuk lanjut ke level berikutnya.
- Materi mencakup strategi memasarkan produk, jasa, hingga membangun personal branding lewat media sosial.
- Fasilitator program adalah penyandang difabel netra berpengalaman, sehingga program ini juga jadi ruang pemberdayaan bagi mereka.
- Terbuka untuk anggota maupun non-anggota SDF yang ingin belajar memasarkan usahanya secara digital.
Testimoni Peserta Program
Sejak Batch 1 berjalan dari September 2025 hingga Februari 2026, semakin banyak penyandang difabel netra yang memilih membangun keahlian baru daripada menyalahkan keadaan, dan kini mulai memasarkan usaha mereka sendiri lewat media sosial. Dukunganmu membuka kesempatan yang sama bagi lebih banyak peserta di batch berikutnya.
Bantu Wujudkan Usaha Mereka

