Low Vision

SESEORANG dengan low vision (lovi) biasanya akan mengalami kendala dalam menjalani aktifitas sehari-hari. Ia mengalami kesulitan baca tulis, berjalan di tempat asing, atau mengenali wajah orang. Namun, lovi bukanlah buta total. Dia masih bisa melihat walaupun sangat minimal.

Apakah low vision itu?

Tidak banyak orang tahu apa itu low vision, meski jumlah penyandangnya di seluruh dunia enam kali lebih banyak dari buta total (totally blind), sekitar 295 juta jiwa (IAPB[1] – The International Agency for the Prevention of Blindness). Menurut definisi WHO, lovi adalah gangguan penglihatan berupa penurunan tajam penglihatan atau lantang pandang permanen setelah mendapat pengobatan maksimal maupun menggunakan alat optik standar.

Alat optik standar antara lain kacamata atau lensa kontak. Jika seseorang mengalami gangguan penglihatan namun masih bisa melihat dengan baik ketika dikoreksi dengan kacamata atau lensa kontak, maka dia bukan seorang penyandang lovi.

BACA SELANJUTNYA
Ardynal Purbowo
Ardynal PurbowoPewirausaha, Konten Kreator & Ketua Pertuni Banyumas
Sudah mengenal SDF sejak 2012, mendapatkan banyak pengalaman & ilmu, antara lain pelatihan pijat, komputer bicara dan kewirausahaan.