Wow, Syamsi Dhuha Foundation Raih Penghargaan Internasional


hilmibelajar@gmail.com Avatar



[Dikutip dari DetikNews] Bandung – Syamsi Dhuha Foundation (SDF) – Organisasi nirlaba yang berikan perhatian khusus pada penyakit Lupus dan Low vision, menerima penghargaan internasional bidang kesehatan Sasakawa Health Prize (SHP) 2012 di Jenewa – Swiss, hari ini (24/5/2012).

Dalam rilis yang diterima detikbandung, acara penganugerahan SHP berlangsung di Assembly Hall – Palais des Nations, pukul 17.00 waktu setempat. Tim SDF diwakili oleh Eko Pratomo, Pendiri SDF dan Dian Syarief, Ketua SDF.

Tim SDF berbaur dengan para delegasi tiap negara yang tengah mengikuti sidang umum Badan Kesehatan Dunia tersebut, termasuk Delegasi dari Indonesia yang dipimpin oleh Wakil Menteri Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

Menurut Pendiri SDF Eko Pratomo, dalam surat pemberitahuan yang diterima dari Badan Eksekutif WHO (World Health Organization), SDF merupakan satu-satunya penerima SHP untuk tahun 2012 ini.

“Badan Eksekutif WHO memilih SDF sebagai penerima SHP 2012 atas berbagai upaya yang telah dilakukan dan dinilai inovatif dalam bidang kesehatan. Kami merasa sangat bersyukur dan penghargaan ini adalah untuk semua pihak yang telah bekerja keras dan bahu-membahu dalam menjalankan berbagai program edukasi, sosialisasi, pendampingan dan penelitian untuk meningkatkan kualitas hidup orang dengan Lupus (Odapus), yang dilakukan SDF sejak 8 tahun yang lalu, saat SDF mulai bergerak di lapangan” ujar Eko.

SHP 2012 yang diterima SDF ini adalah penghargaan yang ketiga kalinya untuk Indonesia, setelah lebih dari 20 tahun yang lalu.

Tercatat untuk pertama kalinya Indonesia menerima SHP ini pada tahun 1988 atas nama program PKK (Penggerak Kesejahteraan Keluarga) yang dinilai sukses memobilisasi wanita untuk mendukung program kesehatan masyarakat dan pada 1992 atas nama Dr. Handojo Tjandrakusuma untuk program pencegahan dan rehabillitasi cacat bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Dian Syarief mewakili SDF berterima kasih kepada Sasakawa Foundation dan WHO yang mengapresiasi upaya yang telah dilakukan di Indonesia.

“Keterbatasan adalah bagian dari kehidupan dan ada di setiap negara di dunia. Apa yang dapat kita lakukan adalah untuk terus membakar semangat kita untuk bertahan hidup dan berkembang, dan usaha kita untuk mencapai tujuan. Bahkan jika kita harus kalah karena penyakit itu, kita kalah terhormat karena telah melakukan yang terbaik dengan semua kekuatan kita,” ujar Dian yang juga penderita Lupus ini.

Selama berada di Jenewa, tim SDF juga direncanakan untuk berkunjung ke markas besar WHO guna bertukar informasi tentang penanganan Lupus dan Low Vision.

WHO sendiri berikan penghargaan ini sejak tahun 1984 atas inisiatif dan dana dari Mr. Ryoichi Sasakawa, Presiden dari Sasakawa Memorial Health Foundation. SHP ini diberikan pada institusi, individu, LSM ataupun organisasi yang mempunyai ide inovatif dan luarbiasa untuk kemajuan bidang kesehatan seperti promosi kesehatan, perkembangan primary health care (phc) dalam rangka memajukan program terkait.

Berbagai negara di dunia yang pernah memperoleh penghargaan sejenis adalah : India, Philipina, China, Brazil, Columbia, Afrika Selatan, Slovakia dan Australia. Bagi SDF sendiri ini merupakan penghargaan internasional kedua setelah tahun 2010 memperoleh Lifetime Achievement Award dari the 9thInternational Congress on SLE di Vancouver – Canada.

(ern/ern)

Erna Mardiana – DetikNews